masukkan script iklan disini
MITRAKEJAKSAAN | MEDAN - Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bola Tangan Sumatera Utara 2026 resmi dibuka. Sebanyak 20 Pengurus Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) kabupaten/kota turut ambil bagian dan siap menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk memperebutkan trofi Gubernur Sumatera Utara. Rabu, (23/9/26).
Kejurprov yang berlangsung pada 22-26 September 2026 tersebut dipusatkan di GOR Bola Tangan Dispora Sumatera Utara.
Acara pembukaan secara resmi dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, yang diwakili Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Kadispora) Sumut, M. Mahfullah Pratama Daulay, S.STP., M.AP.
Dalam sambutannya, Kadispora Sumut memberikan penguatan kepada para atlet dan pelatih yang ambil bagian dalam Kejurprov. Ia juga menegaskan pentingnya keberadaan organisasi ABTI dalam mendorong pembinaan serta pengembangan olahraga bola tangan di Sumatera Utara.
Momentum pembukaan ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, KONI, ABTI, pelatih, atlet, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap kemajuan olahraga di Sumatera Utara.
Ketua Umum ABTI Sumut, H. Hendra Cipta, S.E., M.M., dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan sambutan didampingi Sekretaris Umum ABTI Sumut, Agustin Sastrawan Harahap, M.Pd.
Kejurprov Bola Tangan Sumut 2026 tidak hanya menjadi arena persaingan antaratlet dan daerah, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan untuk mengukur perkembangan olahraga bola tangan di Sumatera Utara.
Sejumlah unsur turut hadir dalam pembukaan Kejurprov, di antaranya jajaran Dispora Sumut, KONI Sumut, Pengurus ABTI Sumut dan ABTI kabupaten/kota, Dispora kabupaten/kota, KONI kabupaten/kota, Dinas Pendidikan kabupaten/kota, serta para pengurus dan tim dari masing-masing daerah.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri para manajer tim, pelatih dan atlet bola tangan kabupaten/kota. Kehadiran guru PJOK serta siswa-siswi SMA sederajat dan SMP se-Kota Medan turut menambah semarak pelaksanaan Kejurprov.
Dengan keterlibatan berbagai unsur tersebut, Kejurprov Bola Tangan Sumut 2026 diharapkan mampu menjadi momentum untuk memperluas pembinaan olahraga bola tangan sekaligus memperkuat regenerasi atlet di Sumatera Utara.
Selama lima hari pelaksanaan, para kontingen akan bersaing di lapangan untuk menunjukkan kemampuan terbaik masing-masing. Persaingan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi atlet untuk membuktikan hasil pembinaan di daerah dan membawa nama terbaik kabupaten/kota masing-masing.
Kejurprov Bola Tangan Sumut 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi semata, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun ekosistem olahraga bola tangan yang semakin kuat dan kompetitif di Sumatera Utara. (Red)






