masukkan script iklan disini
Medan - Kabar duka atas meninggalnya Syahara, seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Batubara yang diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), mendapat perhatian serius dari Aktifis Sosial-Politik Indonesia, Muhammad Mas'ud Silalahi, S.Sos.
Mendengar kabar tersebut, Mas'ud Silalahi mengaku merasa sangat prihatin, geram dan mengecam keras dugaan tindakan kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa korban.
Menurutnya, tindakan kekerasan dalam rumah tangga tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Apalagi jika kekerasan tersebut sampai mengakibatkan seseorang kehilangan nyawa.
"Ini merupakan tindakan yang sangat biadab dan tidak berperikemanusiaan. Kita sangat berduka atas meninggalnya Syahara. Jika benar korban meninggal akibat KDRT, maka persoalan ini harus ditangani secara serius sesuai hukum yang berlaku," tegas Mas'ud Silalahi. Kamis, (20/8).
Ia meminta Aparat Penegak Hukum (APH) agar segera melakukan penyelidikan dan penyidikan secara profesional, transparan serta objektif terhadap kasus tersebut.
Mas'ud juga meminta apabila berdasarkan hasil penyidikan ditemukan adanya unsur pidana dan pihak yang bertanggung jawab, pelaku segera diproses dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
"Jangan sampai kasus seperti ini berhenti begitu saja. Negara harus hadir memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya. Jika terbukti bersalah, pelaku harus diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.
Ia berharap kasus tersebut menjadi perhatian serius semua pihak sekaligus menjadi pengingat bahwa kekerasan terhadap perempuan, khususnya dalam lingkungan rumah tangga, tidak boleh dianggap sebagai persoalan pribadi yang dapat dibiarkan.
Mas'ud Silalahi juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut. (Red)






